Kunjungan PPKS oleh PSM dan Kader Posyandu
Diterbitkan pada 22 April 2026 oleh Admin Desa
Pada hari Rabu, 22 April 2026, Desa Sukataris melalui Kasi Kesejahteraan Desa mendapat aduan terkait keberadaan masyarakat rentan yang memerlukan penanganan segera.. Aduan awalnya disampaikan oleh Bu IR, salah satu Kader Posyandu yang telah lama menjalankan pengabdiannya..
Pihak Desa yang memang saat itu telah memiliki lembaga khusus dalam penanganan PPKS, kemudian menerjunkan Pekerja Ssosial Masyarakat (PSM) yang kebetulan juga ada di dalam lingkup bagian kesejahteraan. Pada pagi menjelang siang di pukul 11:00 WIB, tim PSM bersama ibu IR bertolak ke lokasi untuk melakukan assesment guna mengetahui rencana intervensi yang layak direkomendasikan dalam penanganan nya..
Di lokasi, tim kebetulan juga bertemu dengan Pendamping PKH yang saat itu tengah melaksanakan Pengecekan lapangan, yang langsung melaporkan keberadaan PPKS lainnya yang kebetulan berada di lokasi yang berdekatan.. Demi mengefisiensikan waktu, tim akhirnya mengunjungi kedua lokasi..
Lokasi pertama dikunjungi, tim mendapat aduan tentang sebuah keluarga yang terdiri dari seorang ibu rumah tangga dan beberapa anak. Sang ayah saat ini dikabarkan bekerja di luar kota dan juga dikabarkan telah menelantarkan keluarga karena hanya sesekali pulang dan memberi nafkah yang sangat tidak mencukupi. Apalagi, anak dari keluarga tersebut memiliki penyakit yang harus diobati secara rutin. Sebelumnya, anak tersebut tercatat sebagai penerima PBI, namun menjadi non aktif karena sang ayah diduga memiliki pekerjaan dengan penghasilan yang lumayan. Namun kenyataannya, pekerjaan yang seharusnya menjadi ladang penghidupan malah tidak memberi bereka kecukupan.. Sang ibu bercerita jika saat ini kehidupan hariannya sangat kurang dan untuk membayar BPJS tidak mampu untuk dipenuhi secara mandiri..
Atas dasar hal ini, Tim memutuskan untuk melakukan pencatatan terlebih dahulu sambil mencari solusi terbaik yang diperlukan segera..
Setelah selesai melakukan Assesment pertama, tim mengunjungi rumah kedua, disana tim menemui sebuah keluarga sederhana yang berusi 2 pasangan lansia dengan cucu mereka yang saat itu diduga mengalami gangguan mental. Sang anak yang masih berusia remaja itu terlihat begitu menderita dan tak mampu menjalani keseharian seperti biasa. Ibu IR mencoba menenangkan dan berkomunikasi dengan sang anak, dan PSM berbicara dengan pihak keluarga.
Seperti bagaimana kasus yang pertama, kasis kali ini juga memerlukan penanganan medis segera dan sama pula mengalami kendala dalam BPJS yang tidak aktif.. Keluarga juga sangat sederhana dan memerlukan uluran tangan yang berarti bagi mereka agar sang anak bisa ditangani oleh tenaga profesional yang lebih ahli..
Pihak Desa yang memang saat itu telah memiliki lembaga khusus dalam penanganan PPKS, kemudian menerjunkan Pekerja Ssosial Masyarakat (PSM) yang kebetulan juga ada di dalam lingkup bagian kesejahteraan. Pada pagi menjelang siang di pukul 11:00 WIB, tim PSM bersama ibu IR bertolak ke lokasi untuk melakukan assesment guna mengetahui rencana intervensi yang layak direkomendasikan dalam penanganan nya..
Di lokasi, tim kebetulan juga bertemu dengan Pendamping PKH yang saat itu tengah melaksanakan Pengecekan lapangan, yang langsung melaporkan keberadaan PPKS lainnya yang kebetulan berada di lokasi yang berdekatan.. Demi mengefisiensikan waktu, tim akhirnya mengunjungi kedua lokasi..
Lokasi pertama dikunjungi, tim mendapat aduan tentang sebuah keluarga yang terdiri dari seorang ibu rumah tangga dan beberapa anak. Sang ayah saat ini dikabarkan bekerja di luar kota dan juga dikabarkan telah menelantarkan keluarga karena hanya sesekali pulang dan memberi nafkah yang sangat tidak mencukupi. Apalagi, anak dari keluarga tersebut memiliki penyakit yang harus diobati secara rutin. Sebelumnya, anak tersebut tercatat sebagai penerima PBI, namun menjadi non aktif karena sang ayah diduga memiliki pekerjaan dengan penghasilan yang lumayan. Namun kenyataannya, pekerjaan yang seharusnya menjadi ladang penghidupan malah tidak memberi bereka kecukupan.. Sang ibu bercerita jika saat ini kehidupan hariannya sangat kurang dan untuk membayar BPJS tidak mampu untuk dipenuhi secara mandiri..
Atas dasar hal ini, Tim memutuskan untuk melakukan pencatatan terlebih dahulu sambil mencari solusi terbaik yang diperlukan segera..
Setelah selesai melakukan Assesment pertama, tim mengunjungi rumah kedua, disana tim menemui sebuah keluarga sederhana yang berusi 2 pasangan lansia dengan cucu mereka yang saat itu diduga mengalami gangguan mental. Sang anak yang masih berusia remaja itu terlihat begitu menderita dan tak mampu menjalani keseharian seperti biasa. Ibu IR mencoba menenangkan dan berkomunikasi dengan sang anak, dan PSM berbicara dengan pihak keluarga.
Seperti bagaimana kasus yang pertama, kasis kali ini juga memerlukan penanganan medis segera dan sama pula mengalami kendala dalam BPJS yang tidak aktif.. Keluarga juga sangat sederhana dan memerlukan uluran tangan yang berarti bagi mereka agar sang anak bisa ditangani oleh tenaga profesional yang lebih ahli..
โ Kembali ke Daftar Berita